Call: 0123456789 | Email: info@example.com

Semangat dan Motivasi Belajar Anak Desa Tak Kalah dari Anak Kota


Motivasi Belajar Anak Desa

Ctcefour.com – Asumsi orang di kota terhadap pendidikan anak di desa atau pelosok Indonesia menuai banyak kesalahpahaman. Tak sedikit orang kota menilai bahwa fasilitas yang serba terbatas mempengaruhi semangat dan motivasi anak di desa tak sebesar anak yang tumbuh di kota.

Namun menurut Rahmat Danu Andika sebagai seorang pengajar muda dari Indonesia Mengajar, mengatakan, “Ini jangan sampai kita salah asumsi, memang, kita mikirnya kalo anak-anak di daerah tuh masih penuh dengan keterbatasan karena yang selama ini kita lihat di media mendayu-dayu, sedih, sendu gitu.. Sedangkan sebenarnya di sana tuh anak-anak semua bahagia, enggak ada kurang satu apa pun. Makanan semua ada orangtua juga dekat, jadi kalau motivasi saya pikir enggak ada yang beda.”

Rahmat yang sempat mengajar di salah satu SD di Pulau Bacan, Halmahera Selatan ini menyaksikan langsung betapa terpenuhinya kehidupan anak di desa tersebut, terutama motivasi yang tinggi untuk belajar dan berkarya.

SMP ini merupakan SMP Satu Atap yang didirikan pada tahun 2009 dengan jumlah siswa awal sekitar 32 orang yang merupakan gabungan siswa-siswa yang baru lulus dengan yang sudah 1-2 tahun lulus SD, hal tersebut terjadi dikarenakan sebelum SMP ini berdiri ditempat tersebut jarak SMP terdekatnya sekitar 10 km, jarak yang sangat jauh dan perlu biaya yang besar untuk transportasi siswa apalagi hampir semua orang tua siswa hanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang kecil, tentu merupakan beban yang cukup besar bagi orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya. Seperti yang kita ketahui, jarak rumah penduduk di desa saling berjauhan, begitu juga yang terjadi bagi anak didik kami, jarak rumah mereka dengan sekolah juga cukup jauh, rata-rata sekitar 2-5 km jarak rumah mereka dengan sekolahan, dan hampir semua anak tersebut menggunakan alat transportasi yang paling sederhana yaitu jalan kaki, bisa dibayangkan bagaimana pengorbanan anak tersebut dalam perjalan pulang kerumah masing-masing disaat matahari bersinar dengan teriknya, pastilah rasa lelah dan capek yang menumpuk akan mereka rasakan. pelajaran.co.id

Pada awal berdiri, SMP ini masih menumpang tempat dengan SD terdekat. Sehingga proses belajar agak sedikit terganggu, tapi semangat belajar anak didik sangat besar, sehingga hambatan tersebut dapat dilalui dengan sangat mudah.

Setelah satu semester berlalu, SMP tersebut mendapatkan gedung baru yaitu 3 buah RKB, dan salah satu RKB tersebut dipergunakan sebagai kantor sekaligus Ruang guru. Sungguh pengorbanan yang besar bagi guru disana dalam mengabdikan dirinya bagi anak-anak yangbaru mendapatkan kesempatan dalam merengguh pendidikan menengah tingkat pertama ditengah-tengah minimnya sarana dan prasarana.

Yang membuat saya kagum dan bangga akan anak didik disana adalah disiplin dan semangat belajar anak didik tersebut yang sangat besar, padahal sebagian besar anak didik tersebut merupakan siswa yang sudah terlambat masuk SMP, tapi bagi mereka tidak ada kata terlambat untuk memulai sekolah. Sebagai contoh saja, karena semua gurunya berasal dari ibukota kabupaten yang jaraknya sangat jauh sehingga sebagian guru banyak yang terlambat (harap dimaklumi, karena jarak tempuh makan waktu hampir 1 jam perjalanan) tetapi semangat dan disiplin anak didik tetap tinggi, hal ini dapat dilihat dari setiap anak yang bertugas piket kebersihan melaksanakan tugasnya dengan sangat baik walaupun tanpa diawasi dan bahkan dimeja guru telah tersedia minuman berupa teh atau kopi yang disiapkan oleh anak-anak didik tersebut. Setelah jam masuk pun mereka memukul bel sendiri dan baris sendiri dengan tertib walaupun gurunya masih belum datang, setelah itu mereka meambil buku sendiri dan belajar sendiri sambil menunggu dengan tertib guru mereka datang. Sungguh sangat mengharukan melihat semangat mereka untuk belajar yang sangat tinggi sekali.

Baca juga artikel lainnya :